Dari Mata Ku Memerhati..Segalanya Ku Patrikan Disini

"Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya) (Al-Baqarah 2:255)"

Friday, June 22, 2012

BENCANA TERHADAP GOLONGAN HOMOSEKSUAL DI POMPEII : BUKTI MUKJIZAT AL QURAN


Bangsa Pompeii yg ditemui menjadi batu dalam keadaan yg mengaibkan 


Apa habaq semua.. Sori lambat skit entry hari ni sebab M baru ja sampai umah ptg tadi... Semalam M p umah Mak Mentua M coz ada wat kenduri untuk arwah Pak Mentua M.. Jadi nanti M free skit,baru la M pelan2 p terjah blog hangpa semua na... Untuk malam ni mai M nak cerita pasai bencana terhadap golongan homoseksual di Pompeii..Mungkin ada yang dah tau cerita ni, tapi bagi yang tak tau lg cam M ni, mai la kita menghayati kisah yang mampu memberikan kesedaran pada kita tentang betapa murkanya Allah pada golongan tersebut...

Bagi golongan LGBT (lesbian, gay,biseksual,transgender), kisah Sodom dan Gomorrah bagi mereka hanyalah salah satu daripada bencana alam semulajadi, meskipun sebahagian daripada mereka mengamu, mereka beragama Islam. Malah terdapat usaha di kalangan puak-puak tersebut untuk menjadikan Laut Mati sebagai bukti tentang penyelewengan fakta dan sejarah yang cuba menyalahkan golongan LGBT dan homoseksual secara khususnya menerusi cerita-cerita dongeng.

Dasar Laut Mati tidak pernah dapat diselami oleh sesiapa mahupun oleh apa pun. Kepekatan air garam di laut tersebut, menjadi mustahil kepada teknologi manusia untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dasar tasik berkenaan.

Namun Pompeii dan Visuvius adalah bukti berlakunya bencana seperti yang diperkatakan oleh Al Quran, sekaligus menjadikan kitab itu sebagai bukti dan mukjizat terbesar tentang BALA BENCANA YANG DIDATANGKAN oleh kumpulan seksual songsang dan bebas itu ke muka bumi.

Ikuti penjelasan yang diberikan oleh HARUN YAHYA tentang Pompeii dan bencana yang dijatuhkan kepada kumpulan LGBT sehingga mereka hilang dari pengetahuan dunia selama 1700 tahun sebelum ditemukan semula sebagai pengajaran kepada umat manusia untuk menolak dan menentang sesiapa sahaja yang cuba menghalalkan homoseksual dan LGBT, umumnya!

Alqur'an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah):

“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (Surah Al-Faathir:Ayat 42-43).

Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.


Gunung Vesuvius adalah simbol negara Itali, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamakan “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Azab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth , sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.

Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktiviti sehari-hari yang berlangsung. Aktiviti yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.

Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dahsyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Organ-organ kemaluan lelaki dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.

Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengejutkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks).Hasil penggalian fosil juga menemui sejumlah mayat yang 'terawet' dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba.

Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sukar untuk dimengerti. Bagaimana boleh terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?

Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa azab yang dikisahkan dalam Alqur'an, sebab Alqur'an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:

“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (Surah Yaasiin Ayat 29)

Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:

“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”

Kematian mengerikan penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana azab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.

Walaupun telah berlaku bencana ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Daerah-daerah Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeza dengan daerah-daerah di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat kaum homoseksual dan 'nudis' (orang-orang yang hidup telanjang tanpa pakaian) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “syurga kaum homoseks”. Tidak hanya di pulau Capri dan di Itali, bahkan hampir di seantero dunia, kerosakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

Semoga kita semua dapat pengajaran dari kisah tersebut... Wassalam..


p/s: Semoga kita dilindungi Allah swt dari malapetaka yang maha dasyat...... Nauzubillahiminzalik


Sumber: Muhasabah Diri

16 jejari yang tajam menaip:

Chic Na said...

Masyaallah. takutnya. tp diorang tak serik2 lagi kan. agaknya diorang tak percaya tu sebenarnya bala atas perbuatan terkutuk tu. nauzubillah.

Masha Meisters said...

astagfirullahalazim...nauzubillah...semoga kita dijauhkan,,,

~Sweet Honesty~ said...

nauzubillah..moga dijauhkan dgn bencana yg dasyat

~Sweet Honesty~ said...

sweety dpt tuto dri lyssa faizureen ne..

cuba M godek2 tuto lyyssa..msti ada kt sana.. nk buat kt cni, xdpt pula sbb HTML not allowed pula kt ruang komen ne..M try carik yea..(^_^)

nohas said...

Tegakkan amar makruf, nahi mungkar..

Kdg2 kemurkaan Allah itu tidak hanya kpd si pelaku maksiat tetapi kepada keseluruhan masyarakat, kota, dll

cendol said...

dasat btol azab Allah kpd org2 yg mengingkari suruhan Nya.smoga kita semua dijauhkan dari malapetaka yg dasat mcm tu

Izara4eva™ said...

masyaAllah...

Cik Penguin_Solehah said...

Em,ari tu cikgu geo ada citer pasal ni.. Astaughfirullahalzim, dunia oh dunia T_T' #penguin mmg comey ^_^

ainnoraini said...

Mmg dilaknat oleh allah...mintak2 dijauhkan..

Wanieys said...

subhanallah...bukti kekuasaan Allah S.W.T

jemarisuri said...

semoga kita dijauhkan dr bencana ini..

Misya Mialen said...

kita sdh makin dkt nak kiamat. sbb tu makin byk benda mcm ni. takut dan mudah2an Tuhan slmtkan kita.

Miss Mirror a.k.a Sam said...

Azab dunia pun dah tak terperi, apatah lg azab akhirat. Moga tak berlaku di Malaysia la hendaknya. Ameen.

9n0L4 said...

tu la akibatnye melawan fitrah kan. mintak jauhlah.

dyabunga said...

Nauzubillahiminzalik..semoga kita semua dijauhkan..

Zulkifli Mohd Noor said...

@Chic Na
Perkongsian yang sangat menarik. lawati blog saya http://bisnes24jam.blogspot.com